Kamu pernah dengar ungkapan "Kamu adalah siapa yang kamu temui"? Jika ya, maka kamu sudah berada di jalur yang benar! Psikologi telah lama memperhatikan peran lingkungan sosial dalam membentuk siapa kita, dan salah satu cara yang menarik adalah melalui apa yang disebut sebagai "social mirroring" atau cerminan sosial.
Social mirroring adalah fenomena di mana kita, sebagai individu, cenderung memodifikasi perilaku, sikap, dan bahasa tubuh kita untuk mencocokkan diri dengan lingkungan sosial kita. Ini bukan tindakan sadar, tetapi lebih merupakan refleksi otomatis dari apa yang kita lihat dan alami sehari-hari dalam lingkungan sosial kita.
Variasi Jenis Social Mirroring
Ada berbagai jenis social mirroring yang dapat terjadi, tergantung pada konteks dan lingkungan sosialnya. Mari kita bahas beberapa jenisnya:
Linguistic Mirroring
Saat kita berbicara dengan seseorang, kita cenderung meniru gaya bicara, aksen, dan bahkan kata-kata yang mereka gunakan. Misalnya, jika kamu berbicara dengan seseorang dengan aksen Inggris tertentu, kamu mungkin tanpa sadar mulai mengambil aksen tersebut.
Emotional Mirroring
Kita cenderung meniru perasaan dan emosi orang di sekitar kita. Misalnya, jika teman kita sedang bahagia dan tertawa, kita cenderung ikut tertawa dan merasa bahagia.
Behavioral Mirroring
Ini melibatkan meniru tindakan fisik orang lain. Contohnya, jika seseorang di sekitarmu merentangkan kaki saat duduk, kamu mungkin tanpa sadar akan melakukannya juga.
Pengaruh Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk jenis dan tingkat social mirroring yang kita alami. Berikut beberapa pengaruh utamanya:
Norma Sosial
Lingkungan sosial kita seringkali menetapkan norma sosial yang mempengaruhi perilaku kita. Jika norma di lingkungan kita adalah bersikap sopan dan santun, kita cenderung akan meniru perilaku tersebut.
Kepribadian Kelompok
Kita cenderung mengidentifikasi diri kita dengan kelompok sosial tertentu. Jika kita merasa terhubung dengan kelompok tertentu, kita lebih mungkin meniru perilaku dan nilai-nilai dari kelompok tersebut.
Intensitas Interaksi
Semakin sering kita berinteraksi dengan seseorang atau kelompok tertentu, semakin besar kemungkinan kita untuk mengalami social mirroring terhadap mereka.
Bagaimana Mengendalikan Social Mirroring?
Meskipun social mirroring adalah reaksi otomatis, kita masih memiliki kendali atasnya. Kesadaran diri adalah kunci. Ketika kita mengenali adanya social mirroring, kita dapat memilih apakah kita ingin mempertahankannya atau tidak. Ini membantu kita tetap autentik dalam situasi sosial tanpa kehilangan identitas kita sendiri.
Jadi, sekarang kita tahu bahwa lingkungan sosial kita berperan penting dalam membentuk social mirroring kita. Selalu penting untuk tetap autentik, tapi juga fleksibel dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial kita. Ingatlah, kamu adalah produk dari orang-orang yang ada di sekitarmu, tetapi kamu juga memiliki kemampuan untuk membentuk dirimu sendiri. Jadilah diri sendiri, tapi jangan ragu untuk menyesuaikan diri dengan dunia yang terus berubah di sekitarmu. Semoga artikel ini membantu memahami bagaimana lingkungan sosial mempengaruhi social mirroring kita!
Referensi :
Hare, Brian & Woods, Vanessa. 2021. The Social Mirror: How Our Brains Learn from Others.

Comments
Post a Comment