Fobia dan mitos urban

Mitos dan Fakta Seputar Fobia: Apa yang Harus Kamu Ketahui?


Siapa di antara kalian yang pernah merasa ketakutan berlebihan terhadap sesuatu? Mungkin kalian menganggap itu hanyalah reaksi alami, tetapi tahukah kalian bahwa rasa takut yang berlebihan bisa berkembang menjadi apa yang disebut sebagai "fobia"? Hari ini, kita akan menjelajahi dunia fobia dalam konteks psikologi dan juga melegenda mitos urban yang kerap menyertainya. Mari kita bahas bersama: 


1. Fobia Sama dengan Rasa Takut Biasa


Nah, ini adalah salah satu mitos paling umum yang perlu kita singkirkan. Fobia dan rasa takut biasa itu berbeda, teman-teman. Rasa takut adalah respons alami terhadap bahaya yang nyata, sementara fobia adalah ketakutan yang berlebihan dan tidak masuk akal terhadap sesuatu yang mungkin tidak berbahaya. Contohnya, rasa takut saat melihat ular berbisa adalah reaksi alami, sementara fobia terhadap kucing adalah sesuatu yang tidak masuk akal.


2. Semua Fobia Berawal dari Pengalaman Traumatis


Ini adalah mitos lain yang perlu kita pecahkan. Meskipun beberapa fobia bisa berakar dari pengalaman traumatis, banyak juga yang muncul tanpa adanya pengalaman buruk sebelumnya. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa faktor genetik dan biologis juga bisa memainkan peran dalam perkembangan fobia. Jadi, jangan cepat menghubung-hubungkan fobia seseorang dengan trauma masa kecilnya!


3. Fobia Hanya Sekedar Ketakutan Biasa-Biasa


Sebaliknya, fobia bisa sangat mengganggu kehidupan seseorang. Mereka bisa mengakibatkan kecemasan yang luar biasa, gangguan tidur, dan bahkan isolasi sosial. Bayangkan jika seseorang memiliki fobia terhadap ketinggian dan tidak bisa naik lift atau melihat pemandangan dari gedung tinggi. Itu bisa mempengaruhi pekerjaan, sosial, dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.


Seperti yang kita ketahui, bahwa mitos itu merupakan hal-hal yang sering dipercayai oleh masyarakat luas sebagai sebuah kebenaran. Nah, mari kita kenali beberapa mitos urban yang sudah masuk hal biasa dan wajar-wajar saja, yakni: 


  • Semua Fobia Bisa Disembuhkan dengan Cepat

Nah, sekarang mari kita bahas mitos urban seputar fobia. Banyak yang menganggap bahwa fobia bisa sembuh dengan cepat, seperti dalam semalam. Kenyataannya, pengobatan fobia bisa memerlukan waktu yang cukup lama. Terapi kognitif perilaku adalah salah satu metode yang efektif, tetapi kuncinya adalah kesabaran dan kerja keras.


  • Hanya Anak-Anak yang Bisa Mengalami Fobia

Fobia bukanlah hal eksklusif untuk anak-anak. Mereka dapat mempengaruhi orang dewasa juga. Faktanya, beberapa fobia baru muncul pada usia dewasa, seperti fobia terhadap penerbangan atau fobia sosial. Jadi, jangan meremehkan potensi fobia hanya karena kita sudah dewasa.


  • Semua Fobia Akan Hilang dengan Sendirinya 

Ini adalah salah satu mitos terbesar yang perlu kita singkirkan. Fobia jarang sekali menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan atau intervensi. Biasanya, mereka akan menjadi semakin parah jika tidak diatasi. Jadi, jika kalian atau seseorang yang kalian kenal mengalami fobia, penting untuk mencari bantuan profesional.



Sekarang, setelah mengenali beberapa mitos dan fakta tentang fobia dalam konteks psikologi. Ingatlah, mengenali fobia adalah langkah pertama menuju pemulihan, dan tidak ada yang salah dalam mencari bantuan. Jangan ragu untuk berbicara dengan seorang psikolog jika kalian atau seseorang yang kalian kenal mengalami fobia. 




Referensi : 


Lynn, J. Steven. 2023. Mitos dan Fakta dalam Psikologi: Sebuah Panduan Kritis.


Comments