Hal-hal apa saja yang sering orang-orang salah artikan antara mitos dan fakta

 

Mengurai Mitos dan Fakta dalam Psikologi: Apa yang Sering Salah Dikira Orang?


Kita sering kali terperangkap dalam jaringan mitos yang mengelilingi dunia psikologi. Disini, kita akan menjelajahi beberapa hal yang sering disalahartikan sebagai fakta, padahal sebenarnya hanyalah garis besar mitos dalam konteks psikologi. 


1. Orang dengan gangguan mental itu gila


Faktanya, memiliki gangguan mental tidak sama dengan gila. Gangguan mental adalah kondisi medis yang dapat diobati dan diatasi, sama seperti penyakit fisik lainnya. Jangan menghakimi seseorang hanya karena mereka memiliki gangguan mental. Mereka juga bisa menjalani kehidupan yang produktif dan bahagia.


2. Pribadi introvert itu antisosial 


Introvert bukanlah sinonim dari antisosial. Introvert adalah kamu yang mendapatkan energi dari waktu sendirian, sementara extrovert mendapatkan energi dari berinteraksi dengan orang lain. Introvert bisa menjadi teman yang hebat dan sukses dalam kehidupan sosial, meskipun mungkin membutuhkan waktu sendiri untuk mereset diri.


3. Kita hanya menggunakan 10% otak kita


Ini adalah salah satu mitos paling populer dalam psikologi. Faktanya, kita menggunakan seluruh otak kita, bahkan saat kita tidur. Setiap bagian otak memiliki peran dan fungsi tertentu, meskipun belum semuanya dipahami dengan baik oleh ilmu pengetahuan.


4. Mengungkap perasaan lemah adalah tanda kelemahan


Bukannya tanda kelemahan, mengungkapkan perasaan adalah tanda keberanian dan kesehatan mental. Menyembunyikan perasaan hanya akan memperburuk masalah. Jadi, jangan ragu untuk berbicara dengan seseorang yang kamu percayai ketika kamu merasa perlu berbagi perasaan kamu.


5. Makanan coklat bisa menyembuhkan depresi 


Cokelat mungkin bisa memperbaiki suasana hati sesaat, tetapi tidak bisa mengobati depresi. Depresi adalah gangguan serius yang memerlukan perawatan profesional, seperti terapi dan/atau obat-obatan.


6. Pernah bermimpi warna merah berarti kamu akan marah


Warna dalam mimpi seringkali lebih terkait dengan pengalaman dan perasaan individu daripada makna universal. Jadi, jangan terlalu khawatir jika kamu bermimpi tentang warna yang aneh!


7. Menghukum anak dengan keras adalah cara terbaik untuk mendidik mereka


Penelitian telah menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih positif dan empatik dalam mendidik anak cenderung lebih efektif daripada hukuman yang keras. Anak-anak yang merasa didengar dan dimengerti lebih mungkin untuk berkembang menjadi individu yang sehat secara mental dan emosional.



Jadi, jangan lagi terperangkap dalam jaringan mitos seputar psikologi! Menggali pengetahuan yang benar tentang psikologi dapat membantu kita memahami diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik, serta menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan mendukung. Jangan ragu untuk mencari informasi lebih lanjut dan berbicara dengan seorang profesional jika kamu memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan mental kamu. Yang terpenting, mari bersama-sama menyebarkan pemahaman yang lebih baik tentang psikologi untuk menciptakan dunia yang lebih baik.





Referensi : 


Lynn, J. Steven. 2023. Mitos dan Fakta dalam Psikologi: Sebuah Panduan Kritis.


Comments