Hubungan toxic itu muncul karena apa sih?

Mengupas Tuntas: Mengapa Hubungan Toxic Bisa Timbul?


Pasti udah pada sering mendengar istilah "hubungan toxic," tapi tahukah kamu apa artinya sebenarnya? Hubungan toxic adalah hubungan tidak sehat yang membuat seseorang merasa tidak dipahami dan didukung atau merasa direndahkan. Hubungan ini gak hanya terjadi pada pasangan kekasih, tapi juga dalam lingkungan pertemanan ataupun keluarga. Berikut beberapa alasan dibaliknya, yakni : 


Faktor-faktor Lingkungan


Pernah nggak terpikir kalau lingkungan sekitar kita punya peran dalam membentuk hubungan? Yap, faktor-faktor lingkungan ini punya andil besar dalam dinamika sebuah hubungan. Kadang-kadang, tekanan dari lingkungan sekitar bisa merusak komunikasi yang sehat antara kita dan pasangan. Selain itu, kondisi sosial juga bisa jadi penyebabnya. Misalnya, tekanan dari pergaulan yang salah atau budaya yang menghambat ungkap perasaan. Jadi, bukan cuma urusan hati, nih, tapi juga tentang sekitar kita.


Komunikasi yang Kurang Efektif 


Komunikasi yang kurang bagus bisa bikin hubungan jadi kayak nasi yang kelewat garing. Komunikasi yang buruk bisa jadi seperti bumerang, lho! Kita kadang enggak tahu gimana caranya nunjukin perasaan dengan tepat, atau malah nggak bisa dengerin pasangan dengan baik. Nah, dari sini konflik kecil bisa jadi api besar yang menghanguskan hubungan. Kadang, kita juga bisa nggak sepaham soal banyak hal, dan ini bisa jadi akar dari masalah yang lebih dalam.


Ketidaksetaraan dan Kontrol


Masalah kekuasaan dan kontrol juga bisa bikin hubungan jadi beracun, girls. Ada kalanya, salah satu pihak merasa lebih memiliki "kekuasaan" dan mencoba mengendalikan pasangannya. Nggak lucu, kan? Hubungan seharusnya seperti taman bunga yang indah, bukan penjara yang bikin tercekik. Kasus pemaksaan dan manipulasi juga nggak boleh dianggap remeh, karena bisa merusak hubungan kita dengan sangat cepat.


Masalah Kepercayaan dan Ketidakamanan


Kepercayaan adalah fondasi dari hubungan yang sehat. Tapi, ketika kepercayaan terguncang, hubungan bisa jadi terganggu. Misalnya, kita pernah punya pengalaman buruk di masa lalu yang bikin kita sulit memercayai orang lain. Ini bisa jadi seperti mewarisi rasa tidak aman dari pengalaman masa kecil atau hubungan sebelumnya yang rusak. Ingat, kita nggak bisa berjalan maju dengan tenang kalau kita masih memikul beban masa lalu.


Mengatasi dan Mencegah Hubungan toxic

Nggak semua harapan hilang kalau kita menghadapi hubungan yang bermasalah. Ada tanda-tanda awal yang bisa kita amati kalau hubungan kita berpotensi jadi toxic. Misalnya, sering merasa tidak nyaman atau terjebak dalam pola yang sama. Jangan ragu buat mencari bantuan dari psikolog atau konselor yang bisa memberikan pandangan obyektif. Proses ini nggak mudah, tapi ingat bahwa kita punya hak untuk hidup bahagia.



Dari faktor lingkungan hingga masalah komunikasi, semuanya punya pengaruh besar dalam dinamika hubungan kita. Yang paling penting, kita harus mengingat bahwa kita punya peran dalam menjaga dan mencegah toksisitas dalam hubungan. Semua orang punya hak untuk hubungan yang sehat dan bahagia, jadi mari bersama-sama menjaga dan merawatnya!




Referensi : 


Petrikowski, L. Jessica. 2021. Why Does Love Hurt?: Learn to Love Again.


Comments