Apa itu Quiet Quitting ?

Quiet Quitting dalam Hubungan Asmara

                                     
                                       

Apa kamu pernah dengar istilah quiet quitting? Jangan-jangan beberapa dari kalian mungkin pernah merasakannya atau bahkan mengalaminya secara tak sadar. Nah, sebelumnya quiet quitting itu gak cuma di ranah kerja doang ya, tapi di lingkup hubungan juga termasuk lho.


Quiet Quitting adalah ketika seseorang mulai merasa enggak nyaman dalam hubungannya dan memutuskan untuk "pergi" secara diam-diam. Nah, bukan berarti mereka mengundurkan diri dari pekerjaan ya, tapi lebih ke mengundurkan diri dari hubungan asmara dengan cara yang pelan-pelan dan tidak terlalu mencolok. Ini dia yang perlu kamu pahami: tanda-tanda mereka yang mulai 'kabur' emosional. Bedain juga antara Quiet Quitting dengan konflik biasa, karena ini bisa jadi awal dari permasalahan yang lebih serius loh.


Kok quiet quitting bisa terjadi dalam hubungan asmara?

Jawabannya bisa dong, ya salah satunya karena ketidaksesuaian nilai dan tujuan dalam hubungan itu. Kalau misalnya kamu dan pasangan punya pandangan yang berbeda-beda tentang masa depan, bisa-bisa Quiet Quitting mulai berbisik di belakang layar. Plus, komunikasi yang kurang efektif juga bisa jadi penyebab. Ya ampun, nggak seru banget kan kalau cuma saling omong aja tanpa dengerin satu sama lain? Nah, kalau salah satu pihak merasa nggak didengar, pelan-pelan bisa jadi mereka nyerah dan 'resign' dalam diam.



Pelajaran penting dari Quiet Quitting ini adalah kita harus selalu menjaga hubungan supaya tetap sehat dan berkelanjutan. Bangunlah hubungan yang saling mendukung, karena pada akhirnya, hubungan yang kuat itu bukan hanya soal cinta, tapi juga tentang dukungan, pengertian, dan perjuangan bersama. Tetaplah berkomunikasi dengan terbuka dan kontinyu, karena hubungan nggak akan bertumbuh kalau komunikasinya sebatas emoji doang. Ingat, girls, perbedaan itu wajar dan bisa bikin hubungan makin bervariasi dan seru. 


Referensi : 


Perel, Esther. 2022. The State of Affairs: Rethinking Infidelity.

Comments