Dampak Quiet Quitting dalam Relationship yang Jarang Diketahui
Perlu kita sadari bahwa Quiet Quitting bisa punya dampak besar pada hubungan asmara kita. lho! Meskipun terlihat seperti "pergi" dalam diam, efeknya bisa jauh lebih dalam dan merusak. Mari, kita bahas apa saja dampak-dampak yang bisa terjadi akibat Quiet Quitting dalam hubungan asmara :
1. Penurunan Kualitas Hubungan
Ketika salah satu pihak mulai menjauh secara emosional, kualitas hubungan pasti akan terpengaruh. Kedekatan yang dulu ada bisa memudar, dan hubungan mungkin mulai terasa dingin dan kurang bermakna. Bisa jadi kamu merasa seperti hanya berhubungan dengan sosok yang ada di permukaan, bukan dengan pasangan yang benar-benar enggan terlibat dalam hubungan.
2. Meningkatnya Risiko Perpisahan
Ini yang perlu diwaspadai, ya! Quiet Quitting bisa menjadi awal dari perpecahan yang lebih besar. Ketika kedua pihak mulai menjauh, komunikasi terganggu, dan keintiman merosot, risiko perpisahan semakin tinggi. Hubungan yang sudah terasa tidak memuaskan dan kurang saling mendukung bisa berakhir dengan perpisahan yang menyakitkan.
3. Dampak Psikologis pada Pasangan yang Ditinggalkan
Dampak psikologis dari Quiet Quitting bisa sangat berat. Pasangan yang merasa ditinggalkan atau diabaikan secara emosional mungkin mengalami perasaan kesepian, kecemasan, dan depresi. Mereka bisa merasa tidak berharga dan meragukan diri sendiri karena mendapat perlakuan atau tindakan seperti itu. Proses ini bisa merusak kesehatan mental mereka dan mempengaruhi kesejahteraan secara keseluruhan.
4. Hilangnya Kepercayaan dan Keamanan
Ketika seseorang merasakan Quiet Quitting, rasa kepercayaan dan keamanan dalam hubungan bisa hancur. Pasangan yang merasa ditinggalkan secara emosional mungkin mulai meragukan niat dan komitmen pasangan mereka. Mereka mungkin merasa tidak aman dalam hubungan dan berpikir bahwa mereka bisa ditinggalkan setiap saat.
5. Kesulitan Membangun Kembali Kepercayaan
Jika Quiet Quitting berlanjut dalam jangka waktu yang lama, bisa sangat sulit untuk membangun kembali kepercayaan dan kedekatan dalam hubungan. Pasangan yang merasa diabaikan atau dihindari mungkin merasa skeptis terhadap upaya perbaikan dan komitmen yang baru. Ini bisa membuat proses membangun hubungan kembali menjadi sangat rumit.
6. Merasa Tidak Dihargai
Dalam Quiet Quitting, salah satu pihak merasa tidak dihargai atau diabaikan. Ini bisa merusak harga diri dan merasa bahwa usaha mereka tidak dihargai. Mereka mungkin merasa bahwa pasangan tidak menghargai kontribusi mereka dalam hubungan dan merasa seperti hanya "ada" tanpa memberikan dampak positif.
Seperti yang kamu ketahui, bahwa Quiet Quitting bisa membawa dampak negatif yang serius pada hubungan asmara. Oleh karena itu, penting untuk kita terus menjaga komunikasi terbuka, saling mendukung, dan berusaha memperbaiki ketidakharmonisan dengan pasangan kita. Jangan biarkan Quiet Quitting merusak hubungan yang sebenarnya bisa indah dan berkelanjutan itu, karena hubungan yang baik dan sehat bukan usaha satu sisi, melainkan kedua sisi itu!
Referensi :
Perel, Esther. 2022. The State of Affairs: Rethinking Infidelity.

Comments
Post a Comment