Pengaruh sleep latency terhadap tingkat stress

Stress Berkaitan Juga Dengan Sleep Latency? 

                               

Sleep Latency adalah periode waktu yang diperlukan seseorang untuk benar-benar terlelap setelah ia berbaring di tempat tidur. Ini adalah masa transisi antara keadaan sadar dan tidur yang mendalam. Namun, apa hubungannya dengan tingkat stress?


Stress adalah respons fisiologis dan psikologis terhadap situasi atau perasaan yang menekan. Ternyata, Sleep Latency dan tingkat stress berkaitan erat. Jika Sleep Latency kita terlalu lama atau terlalu pendek, ini dapat mempengaruhi kualitas tidur kita secara keseluruhan. Ketika kita tidak mendapatkan tidur yang cukup atau tidur yang berkualitas, tubuh kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan diri dan mereset sistem saraf. Inilah yang bisa berkontribusi pada tingkat stress yang lebih tinggi.


Hal ini, jika dikaitkan secara khusus pada wanita yang sedang menstruasi, tubuh mereka akan mengalami perubahan hormonal yang dapat memengaruhi Sleep Latency dan juga tingkat stress. Selama periode menstruasi, beberapa wanita mungkin mengalami kesulitan tidur selama menstruasi, dan ini bisa mempengaruhi Sleep Latency mereka. Ketidaknyamanan fisik, perubahan suasana hati, dan gejala nyeri juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk tidur dengan nyaman dan cepat.


Timbulnya tingkat stress dan gangguan tidur


Selain itu, tingkat stress yang tinggi dapat menyebabkan gangguan tidur seperti insomnia. Ketika kita merasa stress, pikiran kita sering kali tidak bisa berhenti berputar, bahkan saat kita mencoba tidur. Pikiran yang gelisah atau cemas dapat memperpanjang Sleep Latency kita, membuat kita terjaga lebih lama sebelum akhirnya tertidur. Ini berpotensi membentuk siklus yang buruk: stress menyebabkan tidur yang buruk, dan tidur yang buruk memperburuk stress.


Tips Mengelola Sleep Latency dan stress selama Menstruasi Bagi Perempuan


1. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman

Pastikan tempat tidurmu nyaman dan tenang. Matikan gawai dan hindari cahaya biru dari layar gadget sebelum tidur, karena cahaya ini bisa mengacaukan ritme alami tubuh yang disebut sirkadian.


2. Terapkan Teknik Relaksasi

Sebelum tidur, coba praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam. Ini dapat membantu meredakan stress dan membawa ketenangan sebelum masuk ke dalam tidur.


3. Jaga Pola Tidur Konsisten

Usahakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, bahkan selama menstruasi. Ini membantu menjaga ritme sirkadian dan mengurangi fluktuasi Sleep Latency.


4. Pantau Asupan Makanan dan Minuman

Hindari makan berat atau minum kafein menjelang tidur. Makanan berat dan kafein bisa membuat tidur terganggu dan meningkatkan tingkat stress.


5. Aktivitas Fisik Teratur

Lakukan aktivitas fisik teratur selama hari, namun hindari aktivitas yang terlalu berat menjelang waktu tidur. Olahraga dapat membantu mengurangi stress, tetapi tidur yang nyaman juga penting.


6. Hindari Diskusi atau Aktivitas Membangkitkan Emosi

Sebaiknya hindari berbicara tentang topik yang bisa memicu emosi kuat atau aktivitas yang bisa membuat pikiran menjadi gelisah menjelang tidur.


7. Konsultasi dengan Profesional

Jika masalah Sleep Latency dan stress berlanjut atau semakin buruk, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Mereka dapat memberikan panduan dan saran yang sesuai dengan situasi khususmu.



Jadi, mari kita jaga Sleep Latency kita agar tetap dalam kisaran yang sehat, terutama pada masa-masa yang penuh tantangan seperti menstruasi, ya ladies. Dengan tidur yang baik dan manajemen stress yang efektif, kita bisa menjaga keseimbangan emosi dan kesehatan secara keseluruhan. Jangan lupa, mendengarkan tubuh dan memberikan perhatian khusus pada tidur dan kesejahteraan mental kita adalah kunci untuk menjalani hidup dengan lebih baik.




Referensi : 


Leschziner, Guy. 2021. Sleep: A Very Short Introduction.


Comments