Penyebab Pasanganmu Quiet Quitting dalam Hubungan
Pernah gak sih punya pasangan yang awalnya effort banget, selalu ada, selalu ngabarin kalo kemana-mana, terus pokoknya apa-apa selalu kita yang diprioritasin. Seiring berjalannya waktu, semua itu mulai pudar, dan kamu sendiri gak tau apa penyebabnya. Biasanya ini cenderung terjadi sama cowok, yang mana sih cewek selalu all in ke dia, tapi balasannya itu-itu aja, kan jadi capek ya?
Tapi dari itu semua, apakah udah ngejawab penyebab pasanganmu yang tiba-tiba quiet quitting? Nah untuk tau lebih banyak, berikut beberapa penyebab pasanganmu quiet quitting, yakni :
Ketidaksesuaian Nilai dan Tujuan
Ini dia faktor yang bisa bikin hubungan jadi guncang. Ketika kamu dan pasangan memiliki nilai-nilai dan tujuan hidup yang berbeda, bisa jadi konflik muncul dan Quiet Quitting mulai merayap. Misalnya, kalau kamu ingin menetap di satu tempat dan pasangan lebih suka petualangan, perbedaan ini bisa menimbulkan ketidakpuasan emosional dan membuat salah satu pihak merasa tak terhubung.
Komunikasi yang Kurang Efektif
Komunikasi adalah "sel-sel" kehidupan dalam hubungan. Tapi kalau komunikasi jadi kurang efektif, hubungan bisa goyah. Ketika kamu atau pasangan merasa bahwa pesan atau perasaanmu nggak didengar atau dihargai, perlahan-lahan kamu bisa mulai menarik diri dan akhirnya merasa nyaman dengan Quiet Quitting. Ini juga bisa terjadi kalau kamu nggak merasa nyaman untuk membicarakan hal-hal penting dengan pasangan.
Ketidakpuasan Emosional
Setiap orang butuh perhatian dan kehangatan emosional dalam hubungannya. Kalau kamu atau pasangan merasa bahwa kebutuhan emosional nggak terpenuhi, bisa jadi Quiet Quitting muncul. Ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kurangnya dukungan dalam meraih impian, hingga kecilnya waktu berkualitas yang dihabiskan bersama.
Ketidakpastian Masa Depan
Ketidakpastian mengenai masa depan hubungan dapat menjadi beban emosional yang berat. Ini terjadi ketika salah satu atau kedua belah pihak tidak yakin tentang arah hubungan mereka. Mungkin ada pertanyaan apakah hubungan ini akan berlanjut atau mencapai komitmen lebih serius. Ketidakjelasan ini bisa membuat seseorang merasa ragu-ragu dan cemas. Mereka mungkin mulai bertanya-tanya apakah investasi emosional yang mereka berikan sebanding dengan hasil yang akan didapatkan. Akibatnya, seseorang bisa cenderung menjauh secara emosional, mungkin dengan harapan mengurangi rasa sakit jika hubungan berakhir.
Kehilangan Kepercayaan
Kepercayaan adalah pondasi penting dalam hubungan. Ketika kepercayaan terganggu, entah karena adanya pengkhianatan atau pelanggaran lainnya, perasaan ketidakamanan muncul. Orang yang merasa tidak bisa lagi sepenuhnya mempercayai pasangannya mungkin menjadi waspada dan curiga. Mereka mungkin merasa takut terluka lagi dan akhirnya lebih suka merahasiakan perasaan daripada membuka diri sepenuhnya. Rasa tidak aman ini dapat menyebabkan Quiet Quitting karena seseorang mungkin memilih untuk menjaga diri dari kemungkinan rasa sakit lebih lanjut.
Kegagalan dalam Menangani Konflik
Saat konflik terjadi dalam hubungan, cara kita menanganinya sangat penting. Jika konflik terus berlanjut tanpa solusi yang memuaskan, seseorang bisa merasa putus asa. Mereka mungkin merasa bahwa masalah yang ada tidak akan pernah terselesaikan, dan perasaan ini dapat memicu perasaan ingin menjauh. Ketika seseorang merasa bahwa masalah tidak bisa diatasi dengan baik, mereka mungkin memilih untuk menarik diri sebagai cara untuk melindungi diri dari stres dan frustasi yang terus berlanjut.
Perubahan dalam Kehidupan Pribadi
Kehidupan pribadi kita selalu berubah, dan perubahan ini bisa berdampak pada hubungan. Masalah pekerjaan baru, masalah keluarga, atau situasi finansial yang tidak terduga dapat menyebabkan stres yang besar. Seseorang mungkin merasa kewalahan oleh perubahan ini dan merasa sulit untuk memberi perhatian yang cukup pada hubungannya. Kondisi ini bisa membuat mereka memilih untuk menarik diri dari hubungan sementara waktu agar dapat mengatasi masalah pribadi dengan lebih baik.
Pengalaman Pahit dalam Hubungan Sebelumnya
Pengalaman buruk dalam hubungan sebelumnya dapat membekas dan mempengaruhi hubungan saat ini. Seseorang yang pernah mengalami patah hati atau pengkhianatan mungkin lebih berhati-hati dan enggan membuka diri sepenuhnya. Mereka mungkin memiliki dinding emosional yang lebih tinggi dan cenderung menjaga jarak untuk melindungi diri dari rasa sakit yang sama. Rasa takut untuk terluka lagi bisa menyebabkan mereka cenderung menjauh secara emosional.
Ketidakpuasan Seksual
Ketidakpuasan dalam kebutuhan seksual bisa menyebabkan ketidakharmonisan dalam hubungan. Jika salah satu pasangan merasa tidak puas secara seksual, bisa muncul perasaan frustrasi dan tidak puas. Kurangnya koneksi intim ini dapat memicu ketidakpuasan secara umum dalam hubungan. Seseorang mungkin merasa bahwa kebutuhan mereka tidak terpenuhi dan akhirnya memilih untuk menarik diri.
Perasaan Tidak Terdengar atau Diabaikan
Setiap orang ingin merasa didengar dan dihargai dalam hubungan. Merasa bahwa pasangan tidak peduli atau memperhatikan perasaan dan pendapat seseorang bisa menjadi penyebab Quiet Quitting. Seseorang yang merasa bahwa perasaannya diabaikan atau tidak dihiraukan mungkin merasa lebih baik dengan menjauh. Mereka bisa merasa bahwa hubungan tidak memberikan dukungan dan penghargaan yang mereka butuhkan.
Perubahan Dalam Prioritas dan Kehidupan Sosial
Kehidupan kita terus berkembang, dan terkadang prioritas kita berubah. Ketika seseorang lebih fokus pada karir, teman-teman baru, atau aktivitas lain, hubungan mungkin terabaikan. Pasangan bisa merasa bahwa mereka tidak lagi menjadi prioritas utama dalam hidup pasangannya. Rasa ini dapat memicu Quiet Quitting karena seseorang merasa tidak lagi dihargai atau diutamakan dalam kehidupan pasangan.
Nah, dengan memahami penyebab-penyebab ini, kita bisa lebih bijak dalam menghadapi tantangan dalam hubungan asmara. Penting untuk terus berkomunikasi, memahami perasaan masing-masing, dan bekerja sama untuk mengatasi hambatan yang muncul. Ingat, hubungan sehat membutuhkan usaha dari kedua belah pihak!
Referensi :
Kirshenbaum, Mira. 2022. Too Good to Leave, Too Bad to Stay: A Step-by-Step Guide to Making the Hardest Decision of Your Life.

Comments
Post a Comment