Ketika Orang Tua Bercerai: Bagaimana Anak Memilih antara Ayah dan Ibu?
Kalian pernah nggak sih lagi berada di persimpangan jalan terus harus memilih jalan yang kanan atau kiri? udah pusing aja bukan, apalagi takut nantinya nyasar. Nah, bayangin apalagi kalo di posisi yang harus memilih antara ayah dan ibu setelah kedua orang tua bercerai. Wah, pasti bener-bener nggak mudah ya.
Apabila dihadapkan dengan pilihan itu, setiap orang mungkin akan memilih untuk 'kenapa tidak baikan saja? "sudah jangan berpisah saja", benar bukan? Namun, na'asnya suatu hal yang sudah terjadi tak dapat di tarik kembali. Perlu diketahui, sudah menjadi hak seorang anak ketika Ia telah beranjak dewasa untuk memilih siapakah salah satu orang tuanya yang ingin Ia pilih. Memang bukan persoalan yang mudah dan usai begitu saja, pasalnya kedua orang tua sama-sama orang yang menjadi 'perantara' kehadiran dirinya didunia, sosok yang paling dekat dengannya bahkan sebelum dilahirkan. Jadi pilihan seperti apakah yang akan terlintas bagi mereka yang dilema dengan posisi itu, berikut ini beberapa pertimbangannya :
Perbedaan Didikan Antara Orang Tua Tunggal Ayah dan Ibu
Ayah dan ibu jelas memiliki peranan mereka masing-masing. Pertama-tama, mari bahas tentang peran ayah sebagai orang tua tunggal. Ayah juga bisa jadi pilihan yang hebat untuk merawat anak-anak, lho. Dia bisa aja jadi tukang masak handal atau jagoan membantu kita dengan PR. Ayah biasanya cenderung lebih santai dan suka mendorong kita untuk mandiri, meskipun terkadang bisa aja kita berakhir dengan pakaian yang nggak matching saat dia yang memilihkan. Tapi hey, itu kan soal detail! Di sisi lain, kita punya opsi untuk tinggal dengan ibu sebagai orang tua tunggal. Ibu cenderung lebih perhatian dan telaten, terutama dalam hal memastikan kita makan makanan sehat dan punya baju bersih setiap hari. Dia bisa jadi teman curhat yang paling oke, dan siap mendengarkan cerita-cerita absurd kita tentang sekolah atau teman-teman. Yang jelas, dalam situasi apapun, baik ayah atau ibu, yang utama adalah kebahagiaan dan kenyamanan kita sebagai anak-anak.
Proses Pemilihan Orang Tua oleh Anak dalam Kasus Perceraian
Nah, gini nih, nggak semua orang tua bercerai itu sama. Jadi, banyak faktor yang bisa memengaruhi kita dalam memilih antara ayah atau ibu. Pertama, ada kedekatan kita dengan masing-masing orang tua. Misalnya, kalau kita lebih sering menghabiskan waktu dengan salah satu dari mereka sebelum bercerai, kita mungkin akan lebih cenderung memilih tinggal bersama yang itu. Lalu, ada juga hubungan kita dengan mereka sebelum perceraian. Kalau sebelumnya kita punya hubungan yang baik dengan salah satu orang tua, itu juga bisa memengaruhi pilihan kita. Dan nggak ketinggalan, preferensi pribadi dan identifikasi diri kita juga ikut berperan. Misalnya, kalau kita punya hobi yang lebih sering kita lakukan bareng salah satu orang tua, kita mungkin lebih cenderung memilih tinggal bersama mereka.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan anak dalam kasus orang tua bercerai,yakni :
Faktor Internal
Ini seperti perasaan kita terhadap masing-masing orang tua. Kadang-kadang kita lebih merasa nyaman dan dekat dengan salah satu dari mereka, dan itu bisa memengaruhi pilihan kita. Selain itu, hubungan kita dengan mereka sebelum perceraian juga ikut berperan. Kalau kita punya kenangan dan momen indah bersama salah satu orang tua, tentu kita akan lebih cenderung memilih untuk tetap tinggal bersama mereka.
Faktor Eksternal
Yang mana terdiri dari pendapat keluarga, teman, atau bahkan masyarakat sekitar. Mereka mungkin memberi kita masukan atau pandangan tentang pilihan yang sebaiknya kita ambil. Meskipun kita harus mendengarkan pendapat mereka, tetapi keputusan akhir tetap ada di tangan kita. Faktor ini nggak boleh mempengaruhi kita terlalu banyak sampai kita lupa apa yang kita rasakan dan inginkan.
Dari perbedaan didikan ayah dan ibu sebagai orang tua tunggal, sampai faktor-faktor yang memengaruhi pilihan kita, semuanya punya peran penting dalam menghadapi momen yang nggak mudah ini. Ingat, teman-teman, meskipun situasinya mungkin rumit, kita punya kekuatan untuk tumbuh dan belajar dari pengalaman ini. Teruslah berbicara dengan baik kepada kedua orang tua, dan jangan ragu mencari bantuan dari psikolog atau konselor jika diperlukan. Yang paling penting adalah menjaga kebahagiaan dan kesejahteraan kita sebagai anak-anak yang tangguh dan penuh potensi!
Referensi :
Stone, E. Katherine . 2023. The Power of Choice: How to Help Kids Thrive During Divorce.

Comments
Post a Comment