Framing Sosial Pada Single Dad
Menjalani peran ganda sebagai ayah dan ibu sekaligus, emang bisa? Seorang single parent sudah sering mendapatkan pertanyaan seperti itu. Framing sosial yang dimiliki oleh para single parent pun kadang mengarah pada hal yang kurang menyenangkan. Banyak label yang menyelimuti mereka, bahkan anak-anak mereka.
Perubahan peran gender dalam sebuah keluarga, banyak orang mengira peran ayah adalah kepala keluarga yang memenuhi kebutuhan finansial saja, dan bilang hanya ibu yang bisa multi-tasking? Para ayah juga bisa, lho! Dulu, konsep "ayah adalah tulang punggung keluarga" sudah biasa, tapi seiring dengan perjalanan waktu, peran ini ikut mengalami evolusi. Jangan heran kalau sekarang banyak ayah yang merangkap jadi koki hebat atau pengasuh ulung, semua demi kebahagiaan anak-anaknya.
Pergeseran norma sosial juga nggak bisa diabaikan begitu saja. Zaman sekarang, kita udah nggak lagi melihat gender sebagai batasan dalam mengambil peran dalam keluarga. Lantas, apa dampaknya bagi single dad? Nah, para ayah tangguh ini jadi punya peluang lebih besar untuk terlibat dalam kehidupan sehari-hari anak-anaknya. Mereka bisa jadi teman curhat, pahlawan sekolah, dan guru bermain yang seru sekaligus kuat. Nggak heran kalau hubungan ayah-anak semakin akrab dan emosional. So, jangan kaget jika kamu melihat single dad yang piawai dalam merangkul segala peran dengan mantap!
Dukungan Komunitas dan Jaringan Sosial
Perjalanan mengasuh dan membesarkan anak nggak pernah mudah, apalagi kalau harus dilakukan sendirian. Nah, disinilah peran komunitas dan jaringan sosial berperan besar. Dukungan dari teman sekitar dan keluarga bisa jadi obat penenang di tengah kesibukan mengurus rumah dan pekerjaan.
Bukan cuma itu, nih, komunitas khusus single dad juga jadi tempat aman untuk berbagi pengalaman dan belajar dari satu sama lain. Kamu bisa bayangkan betapa nyaman rasanya dikelilingi oleh mereka yang mengerti perjuanganmu, kan? Jadi, kalau kamu adalah seorang single dad yang kebetulan baca artikel ini, jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas yang ada di sekitarmu. Dukungan sosial adalah "suntikan energi" yang nggak ternilai harganya!
Jika berbicara tentang tantangan emosional dan psikologis, penyesuaian peran inilah yang menjadi roller coaster emosi bagi para single parent. Apalagi kini, bukan rahasia lagi kalau stigma sosial masih mengelilingi para single dad. Masyarakat mungkin memiliki pandangan yang terkadang kurang sensitif, tapi tahu nggak? Single dad justru bisa menjadi inspirasi dengan semangat dan dedikasinya yang luar biasa. Namun, stigma ini bisa berdampak pada kesejahteraan mental mereka. Oleh karena itu, penting sekali bagi para single dad untuk mencari dukungan profesional, seperti konsultasi dengan psikolog. Bicara tentang perasaan dan belajar mengatasi tekanan emosional adalah hal yang nggak boleh diabaikan.
Penting untuk menemukan keseimbangan. Nggak selalu harus sempurna, kok! Komunikasi yang terbuka dengan atasan dan rekan kerja bisa membantu mencari solusi fleksibel, sehingga pekerjaan dan tanggung jawab sebagai ayah bisa tetap berjalan harmonis. Selain itu, dukungan dari kebijakan perusahaan juga penting dalam memfasilitasi para single dad. Ingat, kamu adalah pahlawan sejati bagi anak-anakmu, jadi jangan ragu untuk mencari cara terbaik dalam menjalankan peran ganda ini.
Karena norma-norma dan ekspektasi sosial juga terkadang menjadi beban ekstra bagi mereka yang menjalani peran ganda ini. Masyarakat mungkin masih memiliki pandangan klasik tentang peran ayah, tapi single dad justru membuktikan bahwa semua itu bisa ditembus!
Sangat diperlukan pemahaman akan perspektif sosial dalam konteks ini untuk semakin jelas. Dengan perubahan peran gender, dukungan komunitas, mengatasi tantangan emosional, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga, serta mempersiapkan generasi mendatang, para single dad benar-benar menunjukkan keberanian dan dedikasi mereka.
Jadi kini, peran kita sebagai generasi penerus bangsa adalah mendukung dan mendorong perubahan positif dalam pandangan sosial tentang single dad. Jangan terbiasa memberi label atau melakukan framing pada mereka yang tengah berjuang dengan dirinya dan situasinya, sama halnya dengan dirimu sendiri.
Referensi :
Wood, A. Scott . 2023. A Daddy's Guide to Single Parenting: A Dad's Guide to Raising a Child on His Own.

Comments
Post a Comment