Quiet quitting vs Ghosting

Dalam dunia asmara, terkadang perubahan perilaku bisa menjadi tanda yang 'bahaya'. Namun, gak semua perubahan tersebut identik lho, ya! Disini kita akan mengupas perbedaan antara dua konsep yang sering muncul dalam konteks hubungan yakni, Quiet Quitting dan Ghosting.
Pastinya kita udah familiar bukan dengan bahasa gaul satu ini, Ghosting. Yaps, anak-anak muda zaman now ini sering banget pake kata ini untuk nyampein isi hati mereka saat cerita ke teman-temannya ataupun di sosmed. Tapi tau gak sih? Antara quiet quitting dan ghosting itu berbeda lho.
Quiet Quitting ini lebih merujuk pada aksi seseorang yang secara perlahan mulai menjauh secara emosional dari hubungan. Mereka mungkin tidak lagi aktif berkomunikasi, tidak lagi berbagi perasaan atau cerita seperti dulu, dan lebih cenderung menjaga jarak emosional. Quiet Quitting mencerminkan ketidakaktifan dalam hubungan, tanpa peringatan atau penjelasan yang jelas. Meskipun keberadaan fisik mungkin masih ada, namun hubungan emosional sedang meredup. Bayangkan aja, kamu dan pasangan dulu sering cerita segala hal. Tapi tiba-tiba, dia mulai merespons pesanmu dengan lambat dan enggak lagi mau berbicara tentang perasaannya. Dia juga nggak begitu antusias lagi ketika kamu berbagi cerita atau impianmu. Itu dia, girls, tanda-tanda Quiet Quitting! Dia mulai menjauh secara emosional, dan hubunganmu terasa agak dingin. Ini bukan cuma soal komunikasi yang berkurang, tapi lebih ke arah dia enggak lagi aktif terlibat dalam hubungan seperti dulu.
Contohnya, dulu kamu dan dia selalu saling dukung dalam cita-cita. Tapi sekarang, dia jarang lagi bertanya tentang bagaimana kemajuanmu atau nggak lagi mengajak bicara tentang rencana masa depan. Rasanya seperti ada jarak antara kalian, meskipun kalian masih sering bertemu
Sedangkan Ghosting, ini adalah tindakan yang lebih ekstrem di mana seseorang tiba-tiba dan sepenuhnya menghentikan semua bentuk komunikasi dengan pasangan tanpa pemberitahuan atau penjelasan. Mereka benar-benar menghilang dari kehidupan pasangan tanpa menyampaikan alasan atau memberi kesempatan untuk berbicara. Ghosting biasanya terjadi secara tiba-tiba dan membuat si pasangan yang ditinggalkan merasa bingung dan terluka karena kehilangan kontak tanpa jejak.
Contohnya saja, kamu tiba-tiba nggak bisa menghubungi dia lagi. Dia nggak membalas pesanmu, teleponmu, bahkan di media sosial juga dia hilang. Kamu bingung dan merasa ditinggalkan tanpa alasan yang jelas.
Nah, begitu lho. Walaupun keduanya melibatkan perubahan dalam perilaku hubungan, tapi perbedaannya jelas, ya! Quiet Quitting lebih menitikberatkan pada perlahan menjauh dan meredupnya keterlibatan emosional, sementara ghosting lebih dramatis dengan penghentian komunikasi yang tiba-tiba dan tanpa penjelasan. Meskipun keduanya bisa sangat menyakitkan dalam hubungan, pemahaman dan komunikasi yang jelas tetap menjadi kunci untuk mengatasi dampak yang mungkin muncul.
Referensi :
Perel, Esther. 2022. The State of Affairs: Rethinking Infidelity.
Comments
Post a Comment